Yakobus Jano : Kami Awali Tahun 1995 Dengan 50 Orang Saat Ini Sudah 293 Ribu Anggota

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritakoperasi, Jakarta – Sangat menarik sesi sharing yang digelar Sabtu (10/7) pada Webinar Menciptakan Ekosistem Koperasi Berbasis Anggota Menuju Koperasi Modern. Pada sesi best practice koperasi, berkesempatan memberikan pengalamannya adalah Yakobus Jano, Ketua Kopdit Pintu Air dari NTT. Koperasi Kredit (Kopdit) atau Credit Union (CU) Pintu Air diawali dengan arisan keluarga yang akhirnya berubah menjadi koperasi.

Yakobus Jano mengatakan misi Kopdit Pintu Air adalah mengangkat orang miskin yang  kebanyakan dari kelompok petani, nelayan dan buruh untuk menjadi orang kaya dan sejahtera. “ Kami sepakat membangun dan mengembangkan koperasi dengan kekuatan anggota” kata Jano pada acara ini.

Acara Webinar Menciptakan Ekosistem Koperasi Berbasis Anggota Menuju Koperasi Modern merupakan acara yang digelar dalam rangka harkop yang merupakan kerja bareng antara Kemenkop dan Koperasi BMI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kopdit Pintu Air didirikan oleh awalnya 50 orang pada 1 April 1995, di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka dan saat ini telah mencapai 293 ribu anggota” paparnya dalam kesempatan webinar melalui zoom meeting yang diikuti oleh lebih dari 1000 orang baik yang ikut melalui link zoom maupun melalui chanel youtube BMI NEWS.

Baca juga:  Catatan Akhir Tahun Koperasi Indonesia, Iqbal Alfi Ramadansyah : Dari Dualisme Dekopin Hingga Digitalisasi Koperasi

“Pengalaman kami mewartakan koperasi ini dari kampong ke kampong. Basis utama kami adalah petani, nelayan, peternak dan buruh” ujarnya melanjutkan .

“Basis kami adalah masyarakat dengan ekonomi lemah lebut, mereka mengumpulkan uang recehan sehari Rp 2000,-. Jadi kekuatan kami ini dengan recehan. Jadi sebulan itu antara Rp 25.000,- sampai Rp 50.000,-. Dan kemudian kami terus motivasi anggota.  Dengan perjuangan bersama dan kepercayaan bersama bertumbuhlah koperasi kami. Selama 26 tahun ini sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia” paparnya lagi.

“Koperasi tidak kenal suku bangsa dan agama, semuanya Indonesia. Jadi saling membantu adalah benar. Inilah Indonesia harus tolong – menolong” ujarnya.

“Pengalaman kita saat pandemi karena anggota merasa memiliki koperasi, kita tidak terlalu mengalami kesulitan dana” terang Jano melanjutkan.

Untuk digitalisasi koperasi Kopdit Pintu Air juga telah memanfaatkan RAT online apalagi saat pandemi saat ini. Pada sesi tanya jawab Jano yang ditanya soal bagaimana menjaga persaiangan dengan lembaga keuangan lain, ia menjawab kuncinya adalah rasa memiliki dari koperasi. “Kunci sukses memenangkan persaingan di lapangan adalah adanya kebersamaan anggota. Kita kenal dengan solidaritas dan swadaya” pungkasnya memberikan paparan. (Diah/beritakoperasi)

Baca juga:  Koperasi Milenial Purwokerto, Kopasjadi Buka Kompartemen Keanggotaan Bagi Mahasiswa Purwokerto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

Webinar Harkopnas Ke-77 : Peran Lembaga Pembiayaan Pengungkit Pengembangan Koperasi
Budi Hermawan : Bedah Buku Dan Diskusi “Lawan Tanding Kapitalisme” Semarakkan Harkopnas
Syarat Dan Tata Cara Menjadi Notaris Pembuat Akta Koperasi
Koperasi Kopasjadi Purwokerto, Kantor Baru Siap Fasilitasi Modal Usaha Dan Layani Biaya Pendidikan Anak
Hibah Rumah Gratis Ke-477, Bukti Kopsyah BMI Koperasi Yang Menjaga Prinsip Gotong-Royong
Cerita Di Balik Penyerahan Rumah Gratis Kopsyah BMI Ke-477 Di Serang
Enam Pria Tersangka Merampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang , 4 Ditangkap dan 2 Buron
Bagi-bagi Dana Koperasi Desa Rp 1,6 Miliar, Wali Nagari dan Bamus di Dharmasraya Jadi Tersangka
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01