Henry Surya Dinyatakan Bebas Dalam Kasus Penggelapan Dana Nasabah Koperasi Simpan Pinjam Atau KSP Indosurya

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritakoperasi, Jakarta – Henry Surya yang sebelumnya diduga terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan dana nasabah Koperasi Simpan Pinjam atau KSP Indosurya dinyatakan bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa, 24 Januari 2023.

Keputusan ini diambil karena Hakim tidak menemukan bukti bahwa Henry melanggar Pasal 46 ayat (1) UU No.10/1998 tentang perbankan. Pasal ini melarang tindakan penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin otoritas terkait dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 20 miliar.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alasan pembebasan ini dikarenakan Hakim menilai bahwa terdakwa bukan melakukan tindak pidana melainkan perkara perdata,

“Menyatakan terdakwa Henry Surya tersebut di atas terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan tetapi bukan tindak pidana melainkan perkara perdata,” ungkap Hakim Ketua Syarifudin Ainor di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (24/1).

Sebelum dibebaskan, Henry sempat dituntut hukuman 20 tahun penjara atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana KSP Indosurya. Jaksa juga menuntut agar Henry Surya diberi hukuman membayar denda Rp 200 miliar, jika tidak bisa membayar diganti dengan hukuman satu tahun  penjara.

Baca juga:  Deretan Artis Yang Menjadi Korban Indosurya Rugi Hingga Puluhan Miliar

 

Dalam kasusnya, Henry juga diduga menghimpun dana dalam bentuk simpanan berjangka dan memberikan bunga 8-11 persen, kegiatan tersebut dilakukan tanpa ijin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengacara Henry Surya, Soesilo Aribowo mengungkapkan bahwa alasan Hakim memutuskan untuk melepaskan Henry Surya karena JPU dinilai gagal membuktikan dakwaannya terhadap Henry Surya. Soesilo juga mengatakan, para korban akan tetap menerima pembayaran hutang melalui skema rencana perdamaian yang sudah dihomologasi.

 

“itu kan tuntutan JPU UU Perbankan, tapi pembuktiannya gagal sehingga terdakwa ini terbebas dari UU Perbankan itu. Namun berdasarkan keputusan homologasi PKPU itu, yang sudah inkrah, sekarang masih berlaku, ada pengakuan utang dan kemudian sudah dilakukan pembayaran sebagian,” papar Soesilo. (Beritakoperasi/Sefi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

Webinar Harkopnas Ke-77 : Peran Lembaga Pembiayaan Pengungkit Pengembangan Koperasi
Budi Hermawan : Bedah Buku Dan Diskusi “Lawan Tanding Kapitalisme” Semarakkan Harkopnas
Syarat Dan Tata Cara Menjadi Notaris Pembuat Akta Koperasi
Koperasi Kopasjadi Purwokerto, Kantor Baru Siap Fasilitasi Modal Usaha Dan Layani Biaya Pendidikan Anak
Hibah Rumah Gratis Ke-477, Bukti Kopsyah BMI Koperasi Yang Menjaga Prinsip Gotong-Royong
Cerita Di Balik Penyerahan Rumah Gratis Kopsyah BMI Ke-477 Di Serang
Enam Pria Tersangka Merampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang , 4 Ditangkap dan 2 Buron
Bagi-bagi Dana Koperasi Desa Rp 1,6 Miliar, Wali Nagari dan Bamus di Dharmasraya Jadi Tersangka
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01