FORKOPI Adakan Editorial Meeting : Isu Koperasi Kekinian, Tetap Tangguh Ditengah Stigma Buruk Koperasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritakoperasi, Jakarta – FORKOPI telah usai melaksanakan Editorial Meeting pada hari ini (27/2). Acara ini berjalan lancar diketuai oleh pemerhati Koperasi sekaligus Humas Koperasi BMI, Sularto. Berbagai tamu undangan hadir dalam acara ini salah satunya dari Kementrian Koperasi dan UKM RI, Ibu Ahmad Zabadi, SH, MM.

Acara berlangsung sejak pukul 09.45 pagi dan membahas tentang isu koperasi yang sedang terjadi saat ini bertajuk ‘Kasus Indosurya, Jangan Sampai Biarkan Menggeser Peran Koperasi Sebagai Alternatif Pembiayaan Usaha Kecil Menengah’.

Dalam sambutannya, Perwakilan dari Kospin Jasa Pekalongan, Andy Arslan Djunaid mengatakan bahwa koperasi saat ini luar biasa dalam bertahan dan dengan jumlah yang tidak sedikit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kita hitung jumlah anggota ada sekitar 30 juta anggota, ini sebetulnya luar biasa,” ungkap Andy.

 

BACA JUGA : Sri Mulyani Minta Club Moge Dirjen Pajak Bubar : Melanggar Azas Kepatutan dan Kepantasan Publik

 

“Koperasi ini tangguh, mandiri tidak pernah kami mendapat bantuan dari pemerintah. Kembali saat krisis moneter 1998, saat itu perbank mendapat BLTI dari pemerintah mendapat mencapai 600 triliun, koperasi tidak 1 rupiahpun mendapat bantuan, Alhamdulillah eksis sampai sekarang, begitu juga saat pandemi, kita bisa melewatinya dengan baik,” tambah Andy Arslan.

Baca juga:  Koperasi Akan Diawasi OJK Mulai Januari 2025

Acara yang berlangsung di Hotel Aston, Jakarta Selatan ini diinisiatifkan oleh FORKOPI dengan tujuan agar media mengetahui sisi lain dari koperasi, dan menunjukan bahwa koperasi tidak seburuk yang beredar di media saat ini.

Pasalnya, diawali dari 8 koperasi bermasalah dan sekarang sudah bertambah menjadi 12 koperasi menciptakan stigma buruk di masyarakat, terutama karena kasus Indosurya. Tanpa masyarakat ketahui bahwa para oknum tersebut hanya menggunakan nama koperasi untuk mengambil keuntungan pribadi.

Andy Arslan Djunaid memaparkan harapannya dalam perbaikan koperasi kedepannya melalui RUU Perkoperasian dapat terlaksana. Kelemahan koperasi saat ini adalah masih menggunakan UU lama sehingga diperlukannya UU baru untuk penyesuaian-penyesuaian dan penyempurnaan kedepannya. (Beritakoperasi/Luni)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

Webinar Harkopnas Ke-77 : Peran Lembaga Pembiayaan Pengungkit Pengembangan Koperasi
Budi Hermawan : Bedah Buku Dan Diskusi “Lawan Tanding Kapitalisme” Semarakkan Harkopnas
Syarat Dan Tata Cara Menjadi Notaris Pembuat Akta Koperasi
Koperasi Kopasjadi Purwokerto, Kantor Baru Siap Fasilitasi Modal Usaha Dan Layani Biaya Pendidikan Anak
Hibah Rumah Gratis Ke-477, Bukti Kopsyah BMI Koperasi Yang Menjaga Prinsip Gotong-Royong
Cerita Di Balik Penyerahan Rumah Gratis Kopsyah BMI Ke-477 Di Serang
Enam Pria Tersangka Merampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang , 4 Ditangkap dan 2 Buron
Bagi-bagi Dana Koperasi Desa Rp 1,6 Miliar, Wali Nagari dan Bamus di Dharmasraya Jadi Tersangka
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01