Koperasi Seringkali Dijadikan Ajang Spekulasi Bisnis. Suroto : Ganti Istilah Anggota Koperasi Jadi Pemilik Koperasi

Sabtu, 2 September 2023 - 00:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritakoperasi, Jawa tengah – Selama ini banyak masyarakat yang tertipu oleh perangai rentenir "berbaju" koperasi. Sebabnya, masyarakat tahunya menjadi anggota koperasi itu seperti hanya menjadi nasabah koperasi. Untuk itulah perlu diganti istilah anggota menjadi pemilik koperasi.

 

Pengertian yang salah demikian itu menyebabkan banyak koperasi maju dan mundurnya diserahkan pada pengurus koperasi. Anggota koperasi pada akhirnya juga hanya ingin menerima layanan tanpa mau tahu perkembangan koperasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Banyak anggota koperasi juga yang pada akhirnya tidak siap menerima resiko bisnis dan semuanya hanya menuntut keuntungan yang di dapat di koperasi. Kondisi psikologis ini pada akhirnya sering dimanfaatkan oleh pengurus koperasi karena  seakan merekalah yang jadi pemilik koperasi sesungguhnya.

 

BACA JUGA : KASUS INDOSURYA MENGGORES HUKUM KOPERASI - H. Sopyan Iskandar : Sangat Jauh Melenceng

 

Koperasi seringkali dijadikan ajang spekulasi bisnis segelintir pengurus dan atau manajemen koperasi tanpa melibatkan partisipasi anggota.

 

Anggota koperasi tanggungjawabnya juga jadi rendah. Banyak kita jumpai dalam praktek, mengutang di koperasi namun menyimpan uang di bank. Belanja di mall tapi "ngebon" di koperasi.

Baca juga:  Indonesia Darurat Koperasi, Benarkah Demikian ?

 

Dikarenakan anggota tidak merasa benar-benar sebagai pemilik maka tingkat partisipasi modal di koperasi juga menjadi rendah. Koperasi ketika kekurangan likuiditas juga tidak serta merta menjadi perhatian anggota dan pada akhirnya koperasi terjebak hutang dengan pihak luar yang terlalu besar dibandingkan dengan rentabilitas modal sendiri. 

 

Dalam kondisi seperti ini maka koperasi tidak bisa kita harapkan pekembanganya. Koperasi hanya bergerak sebagai subordinat dari perusahaan swasta kapitalis. 

 

Untuk menghilangkan problem mendasar ini maka istilah anggota perlu diganti dengan pemilik. Ini musti dimasukkan di Rancangan Undang-Undang (RUU) perkoperasian yang sekarang ini sudah di Parlemen. 

 

Jadi dengan adanya pengertian ini maka tidak ada lagi istilah calon anggota atau praktek curang koperasi untuk "mencalonkan anggota" bahkan sampai selama-lamanya. 

 

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 1995 tentang Koperasi Simpan Pinjam yang mengatur mengenai calon anggota juga musti segera dihapus sebagai konsekwensinya. 

 

Koperasi itu dimiliki pemiliknya. Jadi kata pemilik ini juga memiliki konsekwensi strategis. Mereka musti jelas mengambil manfaat berkoperasi, ikut mengendalikan jalannya koperasi, memodalinya dan juga bertanggungjawab terhadap maju dan mundurnya koperasi.

Baca juga:  Saran Untuk Anggota Koperasi Bermasalah. Suroto : Koperasi Yang Baik Menyelenggarakan Pendidikan Bagi Anggotanya

 

Istilah pemilik ini juga secara psikologis akan jadikan Pengurus itu bukan sebagai orang istimewa. Mereka itu hanya akan berfungsi sebagai pelayan dari pemilik organisasi perusahaan koperasi. 

 

Kami sangat berharap perubahan istilah ini akan dapat meubah paradigma perkoperasian kita yang sudah tersesat terlalu jauh dan diremehkan oleh banyak pihak.

 

Dikutip dari tulisan Suroto (2017)- Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis ( AKSES). (Beritakoperasi/Sefi)
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

Saran Untuk Anggota Koperasi Bermasalah. Suroto : Koperasi Yang Baik Menyelenggarakan Pendidikan Bagi Anggotanya
Dr. Mohamad Sukri : Ledakan KSP Bermasalah Sudah Diingatkan 15 Tahun Lalu
Indonesia Darurat Koperasi, Benarkah Demikian ?
Pakar : Kemenkop Mestinya Atasi Solusi Gagal Bayar KSP Bukannya Moratorium
Pakar : Kemenkop mestinya Atasi Solusi Gagal Bayar KSP, Bukannya Moratorium
Abdul Majid : Prihatin Dengan Kasus Koperasi Ilegal, Oknum Yang Bersangkutan Harus Diusut Secara Pasti
Maraknya Koperasi Abal-abal. Suroto : Bubarkan! Jangan Hanya Gertak Sambal
Sistem Kapitalisme Ekonomi Kita
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01