Pelemahan Rupiah Bakal Berdampak pada Harga Barang Impor sampai Beras

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritakoperasi, Purwokerto – Pelemahan nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dollar AS tidak hanya berpengaruh pada kondisi ekonomi makro. Beberapa aspek yang menyangkut kebutuhan masyarakat sehari-hari juga bisa terdampak tren ini.

Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, hal pertama yang akan dirasakan masyarakat dengan adanya pelemahan rupiah ini adalah inflasi yang disebabkan oleh komoditas impor.

"Yang jelas imported good inflation akan meningkat seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Barang-barang jadi dari impor akan menjadi lebih mahal," kata dia  Kamis (18/4/2024).

BACA JUGA : https://beritakoperasi.com/harga-gula-naik-jadi-rp-17500kg-stok-di-sejumlah-toko-ritel-langka

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, lonjakan harga juga akan terjadi pada bahan mentah (raw material) bagi berbagai sektor ekonomi Indonesia. Tidak hanya itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga akan melambungkan harga produksi. Ini akan merembet ke kebutuhan komoditas pupuk yang sangat dibutuhkan petani.

"Maka, turunannya adalah barang setengah jadi di dalam negeri akan meningkat," imbuh dia.

Baca juga:  BI Terus Intervensi Pasar Akibat Rupiah Tertekan Dekati Rp 16.300 Per Dollar AS

BACA JUGA : https://beritakoperasi.com/konflik-iran-israel-bikin-harga-minyak-naik-as-ikut-was-was

Nailul menerangkan, dengan adanya tekanan inflasi yang masih tinggi, kenaikan biaya produksi padi akan sulit untuk diturunkan ke harga jual. Hal tersebut dikhawatirkan akan menurunkan permintaan di masyarakat.

Dengan kata lain, harga gabah yang tinggi akan turut membuat harga beras relatif tinggi. "Jadi efek pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar ini efeknya domino," ujar dia.

Menurut dia, sinyal positif dalam tren pelemahan nilai tukar rupiah ini adalah penurunan suku bunga bank sentral AS, The Fed. Hal tersebut dipercaya akan memberi sinyal positif terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Lebih lanjut, Nailul bilang, masyarakat yang menjadi spekulan dalam akan mendapatkan untung ketika memegang dollar AS dalam tren pelemahan rupiah ini. Spekulan dapat diartikan sebagai individu yang berani mengambil risiko dan memiliki keahlian di pasar tempat mereka berdagang.

BACA JUGA : https://beritakoperasi.com/tim-satgas-pangan-bongkar-kecurangan-distribusi-pupuk-penyebab-kenaikan-harga-beras

Meskipun begitu, Nailul berpesan agar masyarakat melepas kepemilikan dollar AS untuk membantu membanjiri stok di pasar.

Baca juga:  Pemerintah Siap Edarkan Beras Cadangan Untuk Mengatasi Kenaikan Harga

"Itupun jika mereka mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi terhadap ekonomi nasional dan bukan sebagai spekulan. Terus jual hinggal ada sentimen negatif terhadap dollar AS seperti penurunan suku bunga The Fed," tandas dia.

Sebagai informasi, nilai tukar atau kurs rupiah mengalami pelemahan terhadap dollar AS dan telah menyentuh level 16.000 dari sebelumnya relatif stabil di level 15.000. Data Bloomberg menunjukkan, rupiah ditutup menguat.

BACA JUGA : https://beritakoperasi.com/bi-terus-intervensi-pasar-akibat-rupiah-tertekan-dekati-rp-16300-per-dollar-as

Rupiah ditutup pada level Rp 16.177 per dollar AS. Rupiah menguat 41 poin atau 0,25 persen dibandingkan dengan sebelumnya pada level Rp 16.220 per dollar AS. Sementara itu, mengacu kurs tengah Jisdor, nilai tukar rupiah pada Kamis (18/4/2024) pada level Rp 16.177 per dollar AS, atau menguat dibanding Rabu (17/4/2024) pada level Rp 16.240 per dollar AS.
(Beritakoperasi/Izul)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

Pengusaha Buka-bukaan Biang Kerok Gula Langka dan Mahal di Ritel
Indonesia Bidik Swasembada Gula, Perhutani Siapkan 2.300 Hektar Lahan Tebu
Neraca Perdagangan Maret 2024 Tembus USD 4,47 Miliar, BI Bakal Perkuat Kebijakan Moneter
Rupiah Tertekan ke Rp 16.234 per Dolar AS Pagi Ini
IHSG Menguat 47,6 Poin, Rupiah Melemah
BI Terus Intervensi Pasar Akibat Rupiah Tertekan Dekati Rp 16.300 Per Dollar AS
Penyebab Harga Bawang Merah Naik
Konsumsi Pertamax Series Naik Saat Puncak Arus Balik Lebaran 2024
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01