FORKOPI : Koperasi Tetap Tangguh meskipun Diguncang Stigma Buruk Koperasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Akhir-akhir ini koperasi diguncang dengan pemberitaan koperasi bermasalah, FORKOPI menyebutnya koperasi palsu yang mengatasnamakan koperasi tetapi tidak menjalankan prinsip-prinsip koperasi. FORKOPI juga memberikan klarifikasi bahwa temuan PPATK yang menyebut koperasi telah melakukan pencucian uang hingga 500 Triliun ini tidak benar, karena jumlah total aset perputaran usaha koperasi tidak mencapai sebanyak itu. 

FORKOPI menjelaskan sisi lain koperasi yang luar biasa salah satunya, koperasi bisa bertahan dalam krisis moneter dengan mempraktikkan filosofi gotong royong. “Koperasi ini tangguh, mandiri tidak pernah kami mendapat bantuan dari pemerintah. Kembali saat krisis moneter 1998, saat itu perbankan mendapat bantuan dari pemerintah mencapai 600 triliun, koperasi tidak satu rupiahpun mendapat bantuan, Alhamdulillah eksis sampai sekarang, begitu juga saat pandemi, kita bisa melewatinya dengan baik,” tambah Andy Arslan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara yang berlangsung di Hotel Aston, Jakarta Selatan ini diinisiatifkan oleh FORKOPI dengan tujuan agar media mengetahui sisi lain dari koperasi, dan menunjukan bahwa koperasi tidak seburuk yang beredar di media saat ini.

Baca juga:  Akibat Gagal Tarik Tabungan di Koperasi BMT, Emak-emak Pekalongan Ngadu ke Polres

Pasalnya, diawali dari 8 koperasi bermasalah dan sekarang sudah bertambah menjadi 12 koperasi menciptakan stigma buruk di masyarakat, terutama karena kasus Indosurya. Tanpa masyarakat ketahui bahwa para oknum tersebut hanya menggunakan nama koperasi untuk mengambil keuntungan pribadi.

Andy Arslan Djunaid memaparkan harapannya dalam perbaikan koperasi kedepannya melalui RUU Perkoperasian dapat terlaksana. Kelemahan koperasi saat ini adalah masih menggunakan UU lama sehingga diperlukannya UU baru untuk penyesuaian-penyesuaian dan penyempurnaan kedepannya. (Beritakoperasi/Luni)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

Webinar Harkopnas Ke-77 : Peran Lembaga Pembiayaan Pengungkit Pengembangan Koperasi
Budi Hermawan : Bedah Buku Dan Diskusi “Lawan Tanding Kapitalisme” Semarakkan Harkopnas
Syarat Dan Tata Cara Menjadi Notaris Pembuat Akta Koperasi
Koperasi Kopasjadi Purwokerto, Kantor Baru Siap Fasilitasi Modal Usaha Dan Layani Biaya Pendidikan Anak
Hibah Rumah Gratis Ke-477, Bukti Kopsyah BMI Koperasi Yang Menjaga Prinsip Gotong-Royong
Cerita Di Balik Penyerahan Rumah Gratis Kopsyah BMI Ke-477 Di Serang
Enam Pria Tersangka Merampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang , 4 Ditangkap dan 2 Buron
Bagi-bagi Dana Koperasi Desa Rp 1,6 Miliar, Wali Nagari dan Bamus di Dharmasraya Jadi Tersangka
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01