Sejarah Koperasi Indonesia Sejak 1886, Ternyata Ini Pendirinya

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKOPERASI, PURWOKERTO – Koperasi adalah salah satu badan yang bergerak di bidang ekonomi di Indonesia. Koperasi secara umum bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Perkembangan koperasi di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1886 dan masih berlanjut sampai sekarang. Lantas bagaimanakah sejarah koperasi Indonesia tersebut? Siapakah pendiri koperasi Indonesia? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Koperasi?
Dikutip dari laman Kemendikbud, koperasi adalah suatu badan usaha yang mengorganisir pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsipnya dan kaidah usaha ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup anggota.

Koperasi menjadi salah satu gerakan rakyat dalam bidang ekonomi. Kegiatan yang diselenggarakan pada umumnya berlandaskan prinsip gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koperasi pada umumnya dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak yang sama dalam setiap pengambilan keputusan. Pembagian keuntungan di koperasi disebut sebagai Sisa Hasil Usaha (SHU), sebagaimana dilansir dari situs Pemerintah Kulon Progo.

Baca juga:  KSP dan USP Koperasi Melakukan Pernyataan Mandiri (Self Declare) Paling Lambat 15 Oktober 2023

Sejarah Koperasi Indonesia
Sejarah koperasi di Indonesia sendiri berawal pada tahun 1886. Kala itu, seorang Pamong Praja Patih bernama R. Aria Wiria Atmaja mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri di Purwokerto.

Tujuannya adalah untuk menolong para pegawai yang menderita karena terjerat lintah darat dengan bunga tinggi pada pinjaman.

Tujuan Patih tersebut kemudian dikembangkan oleh asisten residen Belanda, yaitu De Wolf Van Westerrode dan menganjurkan untuk mengubah Bank menjadi koperasi. Pada 1908, Raden Soetomo pendiri Budi Utomo memanfaatkan sektor perkoperasian bagi kesejahteraan rakyat miskin.

Kemudian tahun 1915, tercipta undang-undang koperasi pertama yaitu "Verordening Op De Cooperatieve Vereeniging". Undang-undang tersebut sama dengan miliki Indonesia dan ditetapkan anggaran dasar koperasi harus dalam bahasa Belanda.

Baru pada tanggal 12 Juli 1947, pemerintah Indonesia mengadakan Kongres Koperasi I di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kongres ini menghasilkan beberapa keputusan penting, yaitu mendirikan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI), menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi, dan menetapkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi.

Baca juga:  23.000 Korban KSP Indosurya Semakin Tercekik

Setelah itu dilanjutkan kembali dengan Kongres Koperasi II pada 1953 di Bandung, Jawa Barat. Hasil kongres tersebut, seperti Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggantikan SOKRI, menetapkan pendidikan koperasi dalam mata pelajaran sekolah, mengangkat Moh. Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia, dan membuat undang-undang koperasi yang baru.

Bapak Koperasi Indonesia
Mohammad Hatta dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia. Penetapan gelar tersebut dilandaskan atas dasar perannya dalam melakukan reorganisasi jawatan koperasi ketika Indonesia meraih kemerdekaan, sebagaimana dikutip dari jurnal berjudul "Peranan Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia" karya Resti Damayanti dkk dari Universitas Riau.

Pada tanggal 9-12 Desember 1946, diadakan konferensi jawatan koperasi. Dalam konferensi tersebut Hatta memberi amanat tentang penyusunan perekonomian Indonesia harus sesuai pasal 33 UUD 1945.

Kemudian pada perkembangannya UUD tersebut digantikan oleh UUDS pasal 38, yang menyatakan bahwa koperasi disepakati sebagai dasar perusahaan sesuai dengan perekonomian yang disusun berdasarkan asas kekeluargaan.

Koperasi Indonesia kemudian didirikan secara resmi pada tanggal 12 Juli 1960 oleh Wakil Presiden Indonesia saat itu, yaitu Mohammad Hatta. Dilansir dari RRI, Hatta yang juga dikenal sebagai ahli ekonomi telah berperan banyak dalam perkembangan koperasi, sehingga diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. (Beritakoperasi/Mega)

Baca juga:  RUU Perkoperasian Perkuat Eksistensi Koperasi

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

Webinar Harkopnas Ke-77 : Peran Lembaga Pembiayaan Pengungkit Pengembangan Koperasi
Budi Hermawan : Bedah Buku Dan Diskusi “Lawan Tanding Kapitalisme” Semarakkan Harkopnas
Syarat Dan Tata Cara Menjadi Notaris Pembuat Akta Koperasi
Koperasi Kopasjadi Purwokerto, Kantor Baru Siap Fasilitasi Modal Usaha Dan Layani Biaya Pendidikan Anak
Hibah Rumah Gratis Ke-477, Bukti Kopsyah BMI Koperasi Yang Menjaga Prinsip Gotong-Royong
Cerita Di Balik Penyerahan Rumah Gratis Kopsyah BMI Ke-477 Di Serang
Enam Pria Tersangka Merampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang , 4 Ditangkap dan 2 Buron
Bagi-bagi Dana Koperasi Desa Rp 1,6 Miliar, Wali Nagari dan Bamus di Dharmasraya Jadi Tersangka
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01