JALAN REVOLUSI BARU. Oleh : Suroto

Rabu, 4 Oktober 2023 - 00:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritakoperasi, Jawa Tengah – Anda yang sedang membaca tulisan ini mungkin seorang aktifis sosial,  defender atau pembela kepentingan masyarakat kecil, pembela hak asasi manusia, pembela kemanusiaan, pembela keadilan, pembela keselamatan lingkungan, seorang reformis sosial. Mungkin sebagian dari anda telah memperjuangkanya dengan mendedikasikan hampir dari seluruh hidup anda. Kepahitan dan kegetiran perjuangan mungkin telah anda alami dan anda persembahkan dengan sukarela dan ketulusan. 

Sebagian anda mungkin hari ini telah pensiun, menjadi emiritus.Tapi dalam hati kecil anda dengan melihat realitas yang ada saat ini mungkin merasa kecewa karena keadaan bukan menjadi lebih baik, melainkan malahan lebih buruk. 

Anda mungkin kecewa melihat kesenjangan sosial ekonomi bangsa dan dunia ini ternyata semakin menganga lebar. Kemiskinan yang anda ingin hapuskan dari kamus kehidupan manusia ternyata tetap menyelimuti sebagian besar bangsa ini. Mungkin di masa pensiun anda saat ini merasa kecewa karena pelanggaran hak asasi manusia, kerusakan lingkungan bukan semakin hilang namun justru semakin masif. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada anda semua saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga. Tanpa anda semua, dunia yang kapitalistik nan eksploitatif , menindas, merusak, dan kejam ini mungkin telah ciptakan keadaanya lebih buruk dan lebih brutal dari keadaan saat ini. 

Tulisan ini saya tulis bukan untuk menafikan apa yang telah anda usahakan dan berikan pada dunia ini, melainkan hanya untuk menambah ide atau  imaji baru perjuangan. Menjadi bagian pelengkap dari apa yang sudah anda lakukan. 

Ide ini saya beri nama " Jalan Revolusi Baru". Tulisan yang saya lengkapi dari tulisan sebelumnya dengan judul " Menjadi Pengusaha Sekaligus Reformis Sosial" (10 April 2022). Tulisan ini adalah ide yang secara khusus saya tujukan kepada para pengusaha kecil independen, sales person atau wiraniaga, para profesional independen. 

Baiklah, apakah anda seorang pengusaha kecil, pengusaha baik dan tak serakah, sales person atau reseler produk/jasa independen?. Apakah anda penjual karpet, lampu neon, barang barang kebutuhan sehari hari, atau penyedia jasa profesional semacam tukang cukur, seorang dokter, akuntan atau pengacara?. Apakah anda sedang setengah mati untuk pasarkan produk/jasa di tengah dunia yang kapitalistik nan kompetitif saat ini?. 

Inilah saat yang tepat untuk memulai lakukan sebuah terobosan hebat untuk raih sukses bisnis namun sekaligus lakukan perubahan sosial secara nyata. Ciptakan dunia ideal penuh keadilan  seperti yang menjadi cita cita para aktifis sosial dan  politik. 

Pernyataan saya di atas mungkin terasa menggelikan. Pasti akan terasa aneh karena kita selama ini memang sudah terlalu terbiasa dengan cara  linier dalam jalani hidup dan terjebak dalam perspektif kapitalistik kuno yang membelah dunia pekerjaan secara tegas antara aktifitas bisnis atau sosial, antara hal hal yang bersifat vokasional atau profesional, antara kiri atau kanan.

Seakan seorang pengusaha atau profesional independen itu kerjanya murni kejar keuntungan, sementara aktifis sosial itu murni lakukan aktifitas pure sosial. Dipisah dengan portal dan garis demargasi yang kaku dan bahkan seakan keduanya bersifat bertentangan. Saya paham, semua itu karena pengaruh resep kuno spesialisasi pada pekerjaan, gagasan David Ricardo ( 1772 – 1823). Gagasan pemikiran pendukung  kapitalisme itu.

Baca juga:  Ahmad Zabadi : UU PPSK Tak Atur Pengawasan Koperasi, Aturannya di RUU Perkoperasian

Pandangan kuno Ricardo tentang spesialisasi profesi itu sebetulnya adalah bagian dari doktrin kapitalisme agar seseorang itu capai efisiensi kerja maksimum. Agar para investor  perusahaan yang hanya menyetor atau memiliki  modal finansial di perusahaaan mendapatkan seorang spesialis yang bekerja serius dan mengabdi pada kepentingan mereka, pemilik korporat kapitalis diktaktorship. Mengabdi pada pengejaran keuntungan maksimal para pemilik modal finansial. 
 
Padahal kenyataanya manusia itu sifatnya multidimensional. Manusia itu secara naluriah ingin pertahankan hidupnya dengan bekerja. Namun secara inheren sesungguhnya mereka itu ingin juga ciptakan suatu kondisi sosial ekonomi yang adil. Bekerja secara nyaman dan merasa aman di tenpat kerja. Para pekerja itu tak hanya ingin mencari gaji, namun juga inginkan hidup setara, merdeka dan hargai hidup bersama. Inginkan dunia lestari dan kehidupan tanpa keserakahan. 

Jika anda hari ini adalah seorang pengusaha kecil atau pengusaha besar yang tidak serakah,  sales produk dan pasarkan produk secara offline ataupun online secara mandiri,  para profesional independen, kepada anda saya berharap untuk membawa sebuah ide revolusi baru ini. Caranya sederhana,  mulailah perlakukan pelanggan/ klien itu sebagai subyek dan bukan hanya sebagai  obyek penjualan produk atau jasa anda. 

Jika selama ini  para pelanggan adalah orang yang semata anda jadikan obyek  pengerukan keuntungan, segera lakukan  perombakan. Rombak cara pandang kuno bisnis sebagai usaha mengejar profit semata menjadi usaha ciptakan benefit bagi semua. 

Mulailah dengan hal sederhana. Seperti misalnya,  ketika jual produk atau jasa maka tawarkan kepada para pelanggan atau klien selain kualitas produk yang terbaik juga bagian dari keuntungan usaha anda. 

Maksudnya begini, jika harga jual produk yang dijual itu marjin keuntungan bersihnya adalah 15 persen, maka kembalikan keuntungan kepada pelanggan misalnya 50 persen dari keuntungan bersihnya tersebut. Ingat ya, yang anda berikan itu bukan diskon harga seperti strategi promosi perusahaan kapitalis biasa, tapi keuntungan bersih dari usaha anda. 

Kemudian catat dan rekam data pembelian pelanggan perorangan selama periode tertentu. Sebut saja satu tahun takwim dari 1 Januari hingga 31 Desember. Lalu pada akhir tahun nanti, coba ajak mereka untuk datang dalam rapat besar pelanggan dan sekaligus berikan alokasi separo  keuntungan untuk mereka dan bagi secara proporsional.  Siapa belanja lebih banyak dapat untung lebih banyak. Buy More, Get More!.

Maka apa yang akan terjadi?, otomatis bisnis anda menjadi punya nilai unggul dibandingkan dengan pengusaha kapitalistik yang hanya berfikir mengejar keuntungan sebesar besarnya untuk diri mereka sendiri. Apalagi jika anda berikan pelayanan lebih hebat, maka produk anda  akan disukai pelangan dengan sendirinya. 

Jangan hanya berhenti disitu. Sampaikanlah jika usaha anda itu juga dapat mereka miliki sahamnya. Berapa jumlahnya tergantung dari kemauan anda. Semakin besar porsi saham perusahaan yang anda berikan tentu akan membuat mereka semakin senang, loyal dan solid. 

Sumber modal untuk membeli saham perusahaan anda agar tak memberatkan mereka adalah dengan cara meminta bagian dari keuntungan belanja di perusahaan anda. Keuntungan yang tak mereka sangka sebelumnya. Sebut saja misalnya pada awalan anda batasi jumlah saham untuk pelanggan sebanyak 30 persen. Lalu tingkatkan terus sesuai keinginan anda.  Tujuanya agar anda tetap masih dapat kendalikan keputusan perusahaan anda sampai pada suatu saat mungkin ketika merasa cukup anda bisa lepaskan kendali menjadi demokratis ke tangan mereka. 

Baca juga:  Andy A Djunaid, Ketua Forkopi Tanggapi Ekonom UGM Revrisond Baswir : Yang Perlukan Adalah Penguatan Ekosistem Koperasi

Lalu yang terpenting lagi adalah libatkan seluruh pelanggan untuk turut mengambil keputusan keputusan penting perusahaan dalam suasana musyawarah mufakat bersama.  Seperti misalnya ikut susun perencanaan dan kebijakan perusahaan, angkat direksi, keputusan perluasan usaha dan lain lain. 

Nah, ketika pelanggan sudah cukup banyak dan penjualan sudah semakin solid maka posisi keuangan perusahaan akan semakin baik. Untuk itu saatnya juga berbagi kepemilikan perusahaan kepada orang orang yang bekerja. Mungkin admin, bagian operasional, sampai dengan office boy atau sekuriti perusahaan, semua yang bekerja di perusahaan.  

Kepemilikan saham perusahaan oleh pekerja dengan sendirinya akan tingkatkan  moral kerja, jadikan pekerja semakin loyal. Ini akan berpengaruh terhadap kualitas layanan perusahaan. Mereka juga akan merasa bangga dan tak merasa sebagai budak dari perusahaan yang tenaga dan pikiranya dieksploitasi. 

 

BACA JUGA : Ikuti Program Training Bisnis Ibu Rumah Tangga Muslim

 

Setelah itu, datangilah produsen atau suplayer dari produk anda. Jika jumlah pembelian sudah sangat besar pasti akan diperhatikan oleh mereka secara serius dan bahkan mungkin akan diberikan banyak tambahan bonus atau bentuk keuntungan lainya.  

Posisi tawar anda di mata suplayer pasti akan semakin tinggi setelah kinerja perusahaan terlihat terus mengalami perkembangan positif. Pada saat yang tepat, minta bagian saham perusahaan mereka untuk perusahaan anda.  

Jika mereka  menolak permintaan, maka saatnyalah tunjukkan bahwa anda bisa lakukan hal yang besar seperti yang mereka lakukan. Dirikan pabrik untuk produk yang sama  yang diinvestasikan dari dana cadangan perusahaan yang anda sisihkan dan ditambah mungkin dari investasi dari para pelanggan dan pekerja. 

Hal tersebut otomatis akan langsung membuat bergetar pemilik perusahaan kapitalis yang selama ini jadi prinsipal produk anda. Mereka otomatis akan segera temui kematiannya jika tak mau berbagi kepemilikan dan juga keuntungan kepada perusahaan anda.  

Mereka yang selama ini mungkin hanya berfikir bisnis untuk semata kejar keuntungan sebesar besarnya dan akumulasi serta konsentrasikan kekayaan mereka untuk tujuh turunan, maka mereka akan segera ikut lakukan perubahan atau transformasi sosial seperti yang anda lakukan atau lenyap ditelan jaman. 

Langkah selanjutnya adalah kembangkan ke semua produk yang ada di masyarakat saat ini. Utamakan produk produk pangan yang masih diimport dan coba terus fokus untuk lakukan inovasi produk substitusinya jika memang benar benar tak bisa kita kembangkan sendiri. Ini akan dengan sendirinya jadikan bangsa san negara anda mandiri dan kuat serta berdaulat dan lepas dari penindasan bangsa lain. 

Setelah itu, bentuk sebuah jaringan holding besar perusahaan, baik secara multipihak dari produsen, pekerja hingga konsumen. Kembangkan ke seluruh sektor bisnis dari  hulu hingga hilir, baik dari sektor on farm atau budidaya, off farm atau usaha pendukung langsung seperti pemrosesan, pemasaran , hingga non farm atau pendukung lainya seperti usaha logistik, keuangan, asuransi dan lain lain. Bahkan barang publik seperti layanan perlistrikan,  perminyakan dan lain lain. 

Setelah semua bisnis berjalan jangan lupa alokasikan terus menerus tabungan untuk bangun layanan publik seperti rumah sakit, sekolah, perpustakaan, taman bermain, gelanggang olahraga, tempat peribadatan dan lain lain. Berikan semuanya secara gratis dari sumber alokasi dana sosial. 

Baca juga:  Penyelamatan Bocah 2 Tahun Dari Reruntuhan Gempa Turki

Dari cara yang anda lakukan tersebut mungkin terlihat sangat sederhana dan seakan hanya bicara soal urusan ekonomi semata. Padahal tidak demikian, sebetulnya selain telah sukses lakukan bisnis untuk penuhi kebutuhan hidup anda, juga telah sukses menusuk jantung kapitalisme secara langsung. Tepat di dadanya!

Korporasi kapitalis yang selama ini hanya pedulikan akumulasi keuntungan dan kekayaan serta kekuasaan politik untuk kepentingan bagi dirinya atau keluarganya itu adalah jantung dari awal mula terjadinya penindasan serta pemerasan. 

Mereka para pemilik korporat kapitalis dehumanis itu adalah jantung dari eksploitasi terhadap buruh lemah, sikap semena mena pada pedagang, petani, peternak, perajin lemah, dan termasuk di dalamnya masyarakat adat dan orang orang miskin kota. 

Dengan sukses bangun  jaringan bisnis konglomerasi  rakyat itu anda  juga secara tidak langsung telah kikis habis bentuk kongkalikong  elit kaya pemilik korporat kapitalis dengan elit politik. Lenyapkan korupsi, dan juga hancurkan peraturan dan kebijakan yang rugikan rakyat banyak selama ini. Sebab anda dan rakyat pelanggan dan pekerja pemilik perusahaan dengan kekuatan kemandirian ekonomi menjadi orang merdeka untuk tentukan hak dan keputusan politik berbangsa dan bernegara. 

Dengan sukses ciptakan perusahaan konglomerasi milik rakyat di semua sektor itu sekaligus telah ciptakan banyak pekerjaan yang demokratis dan penuh kesetaraan di kantor kantor dan pabrik pabrik.  Anda juga telah kikis habis berbagai masalah dasar kemelaratan dan tingkatkan kesejahteraan rakyat.   Perusahaan perusahaan demokratis di bawah kendali bersama secara riil itu juga akan habisi para mafia dengan sendirinya. 

Konglomerasi sosial milik rakyat yang anda ciptakan itu juga sekaligus telah ciptakan pemerataan pendapatan dan kekayaan. Hapus seluruh bentuk kesenjangan sosial ekonomi kita yang sangat tinggi yang sudah sangat keterlaluan. Bahkan jika dibandingkan dengan rata rata dunia sekalipun.   

Dengan anda telah sukses ciptakan bisnis besar milik rakyat itu anda telah melenyapkan sistem kapitalisme langsung sampai ke akar akarnya. Mereka benar benar mati dan terkubur selamanya dan jadi artefak kuno yang akan dikenang sebagai keburukan sejarah oleh anak cucu kita kelak. 

Kalau anda belum mulai jalankan resep di atas, ajak seluruh rakyat, setidaknya jangan pilih para politisi pebisnis yang hari hari ini kerjanya hanya ekploitasi buruh, rusak lingkungan, gusur rakyat kecil, singkirkan masyarakat adat,  menumpuk kekayaan demi keserakahan. 

Atau begini, anda para pengusaha kecil, para profesional independen, para wiraniaga,  coba buat buat diskusi dengan mahasiswa, para aktifis sosial politik untuk bersama sama buat demonstrasi meminta kepada mereka para elit kaya dan elit politik yang ingin jadi Presiden, Wapres, Anggota Parlemen, Gubernur, Bupati, Walikota untuk buat Undang Undang pembagian saham untuk buruh dan pelanggan serta Pembatasan Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah  di perusahaan. Seperti di Amerika Serikat, negara ini dengan demonstrasi tahun 1970 am telah terapkan UU pembagian saham untuk buruh ( employee share ownership plan/ ESOP) sejak 1974. 

Jakarta,  10 April 2023

SUROTO
Rakyat Jelata

(Beritakoperasi/Sefi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia
Seminar Nasional Revitalisasi Koperasi Indonesia : Ahmad Subagyo Menekankan Pentingnya Revitalisasi Koperasi di Era Digital Melalui Strategi dan Inovasi
Forkopi Gelar Konsolidasi Kawal Regulasi Bangkitkan Koperasi Yang Sesuai Amanat Konstitusi
10 Koperasi Modern Diinkubasi Menjadi Lembaga Inkubator Bisnis
Kunjungan Koperasi VICTO Philippina : Koperasi Poetera Desa Wisata Ajak Koperasi ASEAN Kembangkan Tourism COOP dan Kerjasama Usaha
Dampak Regulasi Terhadap Keberlangsungan Koperasi
Lewati Rekor, Pemudik RI Lebaran 2024 Tembus 242 Juta Orang
Panas Perang Iran-Israel, Pemerintah Ungkap Nasib WNI
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01