Jurus Jitu Hadapi Ugal-ugalannya Oligarki

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Prestasi luar biasa bagi lembaga pendidikan di Indonesia bila mampu menarik kerjasama dengan Oxford dan Havard University apalagi lembaga itu Pondok Pesantren, Al Muhajirin Purwakarta Jawa Barat Ponpes yang kini ber Milad ke 30 tahun, namun mampu menyedot perhatian Internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian Acara selain gerak jalan massal yang diikuti ribuan masyarakat, juga Seminar "International" bertema "Santri Futuristik" Ulama, Sarjana dan Pengusaha" di Aula Al Madinah PonPes Al Muhajirin 2, kenapa dimunculkan kata Internasional karena salah satu Pembicaranya adalah Guru Besar Oxford University Prof Martha C Back Professor of Philosophy at Lyon College in Batesville, Arkansas, yang menekankan pentingnya berbahasa Inggris untuk semua kalangan khususnya para Santri dan Mahasiswa, selain itu juga menyoroti politik ekonomi, Oligarki dan filosofi demokrasi di Indonesia serta menyampaikan beberapa teori dan Implementasi Demokrasi yang menurutnya baik di beberapa negara khusus nya di Amerika.

Seminar dipandu oleh Salamun Ali Mafadz budayawan yang dikenal sebagai penulis, yang karyanya pernah dilayar lebarkan bersama Hanung Bramantyo, ternyata cukup piawai memandu Seminar. 

Baca juga:  Mencari Keadilan Atas Kematian Kakanya Yang Diduga Disiksa Polisi, Istri Polisi Ini Malah Ditangkap

Fokus Audiens menjadi serius tatkala Dr. Drs. Mohamad Sukri, MM menyampaikan paparannya berjudul Memerdekakan Ekonomi Bangsa, "Sejatinya Indonesia Baru Merdeka di bidang Politik, Hukum dan Hankam, namun  bidang Ekonomi masih belum, Perwujudan Masyarakat Adil Makmur dan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan masih belum terwujud, padahal ini adalah amanat Konstitusi yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945" ujar Ketua Umum Induk Koperasi Pondok Pesantren – INKOPONTREN. 

"Masalah ekonomi ini adalah akar permasalahan bangsa saat ini, berbagai Ikhtiar dan pendekatan terhadap hal tersebut sudah pernah dilakukan, di senayan sudah 4 periode lalu diajukannya draf RUU Sistem Perekonomian Nasional, hingga sekarang belum pernah dibahas lagi, apalagi di sah kan, ini harus diketahui para Santri dan Mahasiswa karena ini adalah turunan hukum dari Pembukaan UUD 1945, juga amanat Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor XVI/MPR/1998, Tentang Politik Ekonomi Dalam Rangka Demokrasi Ekonomi"  jelas Mohamad Sukri Doktor Ilmu Sosial kajian Administrasi Publik. 

ketika ditanya apakah ada kaitan dengan kekinian kondisi bangsa saat ini ? "Ya tentunya sangat korelatif, lihat saja para pelaku Ekonomi di Indonesia Ugal ugalan karena tidak ada "rambu", kalaupun ada sangat abu abu, mereka selalu lolos dari jeratan hukum yang ada, tadi Prof Martha menjelaskan sekilas tentang Oligarki di Amerika yang belum mengkhawatirkan, untuk kita oligarki sudah sangat mencengkram, Ancaman oligarki yang pertama, apabila masuk ke dalam proses politik akan menghilangkan hak partisipasi warga negara. Selanjutnya, masuknya oligarki dalam hasil proses politik sangat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. Artinya, akan berdampak bagi pemenuhan hak asasi manusia dalam segala bidang dan bermuara pada kepentingan Ekonomi" ungkap Mohamad Sukri Dewan Pengawas YPK IKOPIN University. 

Baca juga:  SAMBUT RAMADAN PENUH BERKAH TANPA TAKUT DOMPET TERKURAS

Ada yang bertanya, Solusi nya apa ?, Sukri menuturkan "solusinya sederhana koq, Harus ada keberanian masyarakat khususnya kelompok strategis yakni Kampus dan Pemuda untuk mendesak Parlemen dan Pemerintahan agar Konsisten implementasi amanat Konstitusi seperti yang dijelaskan tadi, khususnya Pembukaan UUD 1945 dan TAP MPR Nomor XVI/MPR/1998, Tentang Politik Ekonomi Dalam Rangka Demokrasi Ekonomi" 

ketika didesak berarti Pemerintah dan Parlemen dari dulu hingga sekarang Inkonstitusional ?

"No Comment, anda bisa menafsirkannya sendiri, untuk menambah literasi silahkan cari dalam 3 buah Disertasi yang menelaah hal tersebut" jawabnya sambil tersenyum kembali ke Jakarta. (INKOPONTREN/Moh. Sukri)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com di Telegram dengan cara klik link berikut ini : t.me/beritakoperasi.

Berita Terkait

KemenKopUKM Dukung Pembangunan Koperasi Modern di Tiap Kabupaten/Kota
Sinergi KemenKopUKM dan BRIN Bahas Kerja Sama dalam Komersialisasi Hasil Riset Pengembangan UMKM
KemenKopUKM Bangun Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Mode Fesyen Dunia
Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia
Seminar Nasional Revitalisasi Koperasi Indonesia : Ahmad Subagyo Menekankan Pentingnya Revitalisasi Koperasi di Era Digital Melalui Strategi dan Inovasi
Forkopi Gelar Konsolidasi Kawal Regulasi Bangkitkan Koperasi Yang Sesuai Amanat Konstitusi
10 Koperasi Modern Diinkubasi Menjadi Lembaga Inkubator Bisnis
Kunjungan Koperasi VICTO Philippina : Koperasi Poetera Desa Wisata Ajak Koperasi ASEAN Kembangkan Tourism COOP dan Kerjasama Usaha
Tag :

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 03:58

Budi Hermawan : Bedah Buku Dan Diskusi “Lawan Tanding Kapitalisme” Semarakkan Harkopnas

Kamis, 4 Juli 2024 - 04:48

Syarat Dan Tata Cara Menjadi Notaris Pembuat Akta Koperasi

Senin, 24 Juni 2024 - 04:35

Koperasi Kopasjadi Purwokerto, Kantor Baru Siap Fasilitasi Modal Usaha Dan Layani Biaya Pendidikan Anak

Rabu, 12 Juni 2024 - 12:19

Hibah Rumah Gratis Ke-477, Bukti Kopsyah BMI Koperasi Yang Menjaga Prinsip Gotong-Royong

Rabu, 12 Juni 2024 - 11:53

Cerita Di Balik Penyerahan Rumah Gratis Kopsyah BMI Ke-477 Di Serang

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:38

Enam Pria Tersangka Merampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang , 4 Ditangkap dan 2 Buron

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:38

Bagi-bagi Dana Koperasi Desa Rp 1,6 Miliar, Wali Nagari dan Bamus di Dharmasraya Jadi Tersangka

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:38

OJK Cabut Izin Usaha Koperasi LKM Pundi Mataran Pati

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01