Pengusaha Buka-bukaan Biang Kerok Gula Langka dan Mahal di Ritel

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritakoperasi, Purwokerto -  Asosiasi Gula Indonesia (AGI) membeberkan penyebab stok gula dalam negeri yang menipis hingga harganya yang melesat belakangan ini.

Tenaga Ahli AGI Yadi Yusriadi mengungkap produksi gula saat ini sangat kecil dikarenakan hanya beberapa pabrik gula yang sudah giling. Sementara sebagian besar pabrik belum giling.

"Stok gula saat ini memang menipis, terutama untuk gula kemasan branded yang biasa dijual ritel modern," ujar Yadi saat dihubungi Minggu (21/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA : https://beritakoperasi.com/penyebab-harga-bawang-merah-naik

Sedangkan, katanya, untuk kemasan konvensional non branded masih cukup, terutama di pasar-pasar tradisional. Namun karena jumlahnya yang terbatas, beberapa daerah tetap mengalami kelangkaan

"Sehingga harga akan tinggi," tuturnya.

Yadi menambahkan kelangkaan gula ini juga terjadi akibat keterlambatan masuknya gula impor karena berbagai sebab, termasuk harga gula dunia yang tinggi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA : https://beritakoperasi.com/pelemahan-rupiah-bakal-berdampak-pada-harga-barang-impor-sampai-beras

Ia menjelaskan kondisi ini akan membaik pada saat impor ID Food sebesar 296 ribu ton sudah didistribusikan dan beroperasinya pabrik gula lokal dari bahan baku tebu pada Mei mendatang.

Baca juga:  Neraca Perdagangan Maret 2024 Tembus USD 4,47 Miliar, BI Bakal Perkuat Kebijakan Moneter

Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga sempat buka suara soal kelangkaan gula di ritel modern belakangan ini.

Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim mengatakan kelangkaan terjadi karena pelaku usaha kesulitan mendapatkan stok gula dari impor dan harga yang tinggi.

"Ya karena lebih kesulitan memperoleh gula di sana (dari impor) dengan harga yang boleh di Indonesia kan. Harganya kan di luar tinggi," tutur Isy di Kemendag, Jumat (19/3).

Ia menyebut saat ini harga gula internasional sejatinya sudah turun. Meski begitu, pasokan yang saat ini diimpor didapatkan menggunakan harga sebelum mengalami penurunan.

Ia pun mengatakan belum dilakukannya penggilingan oleh pabrik gula turun menjadi penyebab kelangkaan di ritel modern.

BACA JUGA : https://beritakoperasi.com/harga-gula-naik-jadi-rp-17500kg-stok-di-sejumlah-toko-ritel-langka

Kendati demikian, menurut data yang dimilikinya, stok gula konsumsi masih cukup sampai bulan depan. Stok tersebut berada di BUMN hingga swasta sebanyak 330 ribu ton.

Gula di sejumlah toko ritel modern langka dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu kelangkaan terjadi di Indomaret di kawasan Otista, Jakarta Timur. Ardita, petugas di Indomaret tersebut mengatakan kelangkaan terjadi sejak beberapa waktu belakangan ini.

Baca juga:  BI Terus Intervensi Pasar Akibat Rupiah Tertekan Dekati Rp 16.300 Per Dollar AS

"Banyak banget yang nanyain gula, setiap hari pasti ada yang bertanya 1 atau 2 orang,"  Jumat (19/4).

Namun sayang barangnya lagi tidak ada. Ia bercerita pasokan gula terakhir masuk ke toko yang dijaganya sejak seminggu sebelum Lebaran lalu. Saat itu pasokan masuk sebanyak dua karung gula berisi 20 kg.

Saat masuk, harga gula berangsur naik dari Rp16 ribu menjadi Rp17.500 per kg.
(Beritakoperasi/Izul)
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

BI Terus Intervensi Pasar Akibat Rupiah Tertekan Dekati Rp 16.300 Per Dollar AS
Pelemahan Rupiah Bakal Berdampak pada Harga Barang Impor sampai Beras
Penyebab Harga Bawang Merah Naik
Indonesia Bidik Swasembada Gula, Perhutani Siapkan 2.300 Hektar Lahan Tebu
Neraca Perdagangan Maret 2024 Tembus USD 4,47 Miliar, BI Bakal Perkuat Kebijakan Moneter
Rupiah Tertekan ke Rp 16.234 per Dolar AS Pagi Ini
IHSG Menguat 47,6 Poin, Rupiah Melemah
Konsumsi Pertamax Series Naik Saat Puncak Arus Balik Lebaran 2024

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01