Sunarso Pastikan Holding Ultra Mikro Tidak Mematikan Koperasi

Jumat, 8 Oktober 2021 - 00:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Koperasi, Jakarta – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso memastikan bahwa  holding ultra mikro (UMi)  tidak akan mematikan eksistensi koperasi, karena UMi menyasar  kepada  pelaku usaha  di segmen usaha skala  kecil yang  belum tersentuh  lembaga keuangan formal.

“Saya kira tidak mematikan koperasi. Caranya bagaimana? Koperasi kita libatkan dalam ekosistem ini, kemudian didigitalkan juga. Koperasi adalah bagian dari ekosistem ini. Kalau rentenir saja bisa kita jadikan agen, kemudian memberikan layanan efisien dengan digital, maka koperasi-koperasi pun akan lebih bisa lagi,” kata Sunarso melalui keterangan tertulis, pada Senin (9/8/2021).

https://www.youtube.com/watch?v=5CnNehvP0Rw&t=27s

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirut BRI Sunarso Pernyataan  Sunarso  sekaligus menjawab  kekhawatiran sejumlah pihak yang menilai keberadaan holding UMi akan mematikan koperasi. Seperti diketahui, pemerintah membentuk holding UMi yang melibatkan tiga BUMN,  yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Kehadiran holding UMi diyakini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat yang belum bankable. Perluasan jangkauan layanan dan integrasi ini ditargetkan akan mendorong terciptanya  inklusi keuangan nasional.

Baca juga:  Didik Masyarakat Berkoperasi KMDM Dan RRI Pro 1 Padang Bikin Program Zona Edukasi Ruang Entrepreneur

Berdasarkan data BRI, dari sekitar 45 juta  usaha UMi di Indonesia pada 2018, hanya 15 juta unit usaha yang memperoleh akses pendanaan ke lembaga keuangan formal. Sedangkan, sekitar 12 juta usaha UMi lainnya mendapatkan akses pendanaan dari sumber informal, seperti rentenir dan keluarga atau kerabat. Bahkan, sekitar 18 juta usaha UMi lainnya belum mendapatkan akses pendanaan sama sekali.

“Jadi secara ekonomi, holding memberikan nilai tambah bagi pemegang saham di segitiga ini, yaitu BRI, Pegadaian, dan PNM. Dan, secara sosial meningkatkan kapabilitas masyarakat, terutama di ultra mikro melalui pemberdayaan. Kemudian, sustainable. Ini akan meningkatkan kontribusi terutama meningkatkan iklusi keuangan secara berkelanjutan,” jelas Sunarso.

Ia mengatakan telah menetapkan value proposition bagi pelaku usaha UMi yang menjadi target pasar, melalui produk yang komprehensif, akses yang lebih luas,dan integrasi database.

“Langkah-langkah ini  perlu ditopang dengan joint customer acquisition, penyediaan micro payment hingga layanan beyond banking,” jelas Sunarso.

Sementara itu, Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Usaha Sejahtera, Karsan menyambut positif langkah pemerintah membentuk holding UMi.  

Baca juga:  DAPATKAN! Bacaan Wajib Pegiat Koperasi Indonesia : Karya Lengkap Bung Hatta, Buku Gerakan Koperasi Dan Perekonomian Rakyat Buku 6

Ia berharap integrasi yang tercipta dalam holding dapat tetap terbuka dan bersinergi dengan koperasi.

"Kami tidak terlalu khawatir dengan kompetisi, karena anggota koperasi itu loyal. Namun kami butuh juga integrasi untuk bisa perluasan, terlebih kami bisa melakukan pemberdayaan lebih kuat dibanding perbankan," tuturnya.

Senada, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Soliamitra, Suhada, menegaskan bahwa holding UMi adalah terobosan dari pemerintah untuk dapat lebih mengintegrasikan kinerja perusahaan pelat merah dalam membantu pelaku usaha di segmen mikro dan ultra mikro.

"Kami tentu ikut mendukung upaya pembentukan holding. Apalagi kami melihat tujuannya baik untuk integrasi (menopang kinerja usaha mikro).”

Suhada  berharap layanan jasa keuangan oleh perusahaan pelat merah akan semakin luas sehingga ongkos jasa layanan keuangan akan terpangkas dan menguntungkan pelaku usaha kecil dan koperasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

Webinar Harkopnas Ke-77 : Peran Lembaga Pembiayaan Pengungkit Pengembangan Koperasi
Budi Hermawan : Bedah Buku Dan Diskusi “Lawan Tanding Kapitalisme” Semarakkan Harkopnas
Syarat Dan Tata Cara Menjadi Notaris Pembuat Akta Koperasi
Koperasi Kopasjadi Purwokerto, Kantor Baru Siap Fasilitasi Modal Usaha Dan Layani Biaya Pendidikan Anak
Hibah Rumah Gratis Ke-477, Bukti Kopsyah BMI Koperasi Yang Menjaga Prinsip Gotong-Royong
Cerita Di Balik Penyerahan Rumah Gratis Kopsyah BMI Ke-477 Di Serang
Enam Pria Tersangka Merampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang , 4 Ditangkap dan 2 Buron
Bagi-bagi Dana Koperasi Desa Rp 1,6 Miliar, Wali Nagari dan Bamus di Dharmasraya Jadi Tersangka
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01