23.000 Korban KSP Indosurya Semakin Tercekik

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritakoperasi, Jakarta – Kasus Koperasi Simpan Pinjam Indosurya menjadi sorotan kembali karena Henry Surya selaku BOS Indosurya dinyatakan bebas pada Selasa (24/1) lalu. Henry Surya dibebaskan dengan alasan tidak terbukti melakukan tindakan pidana melainkan tindakan perdata.

Banyak pihak yang menyayangkan keputusan ini, mengingat jumlah korban yang amat banyak mencapai 23.000 orang dengan kerugian mencapai Rp 106 triliun. Bahkan Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung, Fadil Zumhana mengatakan  jumlah tersebut merupakan kerugian terbesar dalam sejarah di Indonesia.

Fadil menyebutkan bahwa Kejaksaan Agung mengusahakan agar kerugian korban bisa diselamatkan dengan cara membangun kasus, walaupun usaha sempat mengalami kendala saat proses pra penuntutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dulu proses pra penuntutan agak tersendat karena kami berupaya bagaimana kerugian korban bisa kami selamatkan,” ungkap Fadil.

Namun hingga saat ini para korban belum bisa bernafas lega, kerugian yang mereka alami belum juga mendapat keadilan. Terbuka kesempatan bagi Indosurya berstatus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), apalagi vonis Mahkamah Agung membatalkan putusan pailit.

Baca juga:  RUU Perkoperasian Perkuat Eksistensi Koperasi

Dalam PKPU sebelumnya, dalam proses homologasi, Henry memberikan rencana penyelesaian utang ke anggota namun pembayaran cicilan tersebut mandeg ditengah jalan. 

 

 

“Yang penting bagi kami, para korban, uang bisa kembali, dicicil sesuai homologasi 20% per tahun,” kata Imam, salah satu korban Indosurya. Korban lain, Christian mengatakan, sampai saat ini homologasi tidak pernah dijalankan KSP Indosurya,

“Mereka tidak membayar. Terakhir yang saya terima itu hanya Rp 100.000 sebanyak 12 kali, di tahun 2021,” tuturnya.
Kuasa hukum Henry Surya berkomitmen untuk membayar utang ke anggota KSP Indosurya namun hingga ada gugatan pidana ke pengadilan, pihaknya belum juga menyelesaikan pembayaran utang tersebut.

Menteri Koperasi Indonesia, Teten menegaskan, siap berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD untuk membahas masalah ini. Ia juga berharap Jaksa dapat melakukan kasasi agar masyarakat tidak jera bergabung koperasi . (Beritakoperasi/Sefi)
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

Webinar Harkopnas Ke-77 : Peran Lembaga Pembiayaan Pengungkit Pengembangan Koperasi
Budi Hermawan : Bedah Buku Dan Diskusi “Lawan Tanding Kapitalisme” Semarakkan Harkopnas
Syarat Dan Tata Cara Menjadi Notaris Pembuat Akta Koperasi
Koperasi Kopasjadi Purwokerto, Kantor Baru Siap Fasilitasi Modal Usaha Dan Layani Biaya Pendidikan Anak
Hibah Rumah Gratis Ke-477, Bukti Kopsyah BMI Koperasi Yang Menjaga Prinsip Gotong-Royong
Cerita Di Balik Penyerahan Rumah Gratis Kopsyah BMI Ke-477 Di Serang
Enam Pria Tersangka Merampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang , 4 Ditangkap dan 2 Buron
Bagi-bagi Dana Koperasi Desa Rp 1,6 Miliar, Wali Nagari dan Bamus di Dharmasraya Jadi Tersangka
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01