Pemerintah Dorong Koperasi Mikro Lakukan Merger, Ini Alasannya

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKOPERASI, PURWOKERTO – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) mendorong upaya merger [peleburan] untuk koperasi-koperasi berskala mikro. Adapun opsi itu tertuang dalam RUU Perkoperasian yang tinggal menunggu pembahasan di DPR. Deputi Perkoperasiaan Kemenkop UKM, Ahmad Zabadi mengatakan hampir 80% koperasi di Indonesia masuk dalam kategori skala mikro. Menurutnya, manfaat bagi anggota dari koperasi skala mikro tersebut menjadi tidak optimal. Di sisi lain, dia menekankan, koperasi tidak di ruang hampa. Sebaliknya, koperasi berada di pasar yang penuh persaingan. Oleh karena itu, peleburan (merger) atau penggabungan (amalgamasi) menjadi opsi yang dapat digunakan koperasi mikro untuk meningkatkan skala usahanya.

"Perusahaan swasta lain sering menggunakan opsi merger atau amalgamasi tersebut untuk meningkatkan skala perusahaan, jangkauan pasar, efisiensi operasional, penguatan rantai pasok, dan sebagainya. Opsi semacam itu perlu dibiasakan di koperasi," ujar Zabadi dalam keterangannya, Sabtu (25/11/2023).

Selain itu, opsi lainnya yang didorong adalah aliansi strategis dan bentuk kerja sama atau kemitraan oleh koperasi. Bahkan, Zabadi menyebut opsi kemitraan menjadi hal yang diwajibkan bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di dalam RUU Perkoperasian. Nantinya, KSP harus menjadi anggota dari sekunder asosiasi dan jaringanya. Dia optimistis, lewat kerja sama koperasi di dalam asosiasi dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas koperasi itu sendiri. Di sisi lain, dia menyebut pola kemitraan tersebut juga menjadi salah satu prinsip koperasi internasional. Dengan begitu, alih-alih bersaing, koperasi nantinya justru bisa membentuk cooperation seperti yang dilakukan perusahaan swasta. (Beritakoperasi/Mega)
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

Webinar Harkopnas Ke-77 : Peran Lembaga Pembiayaan Pengungkit Pengembangan Koperasi
Budi Hermawan : Bedah Buku Dan Diskusi “Lawan Tanding Kapitalisme” Semarakkan Harkopnas
Syarat Dan Tata Cara Menjadi Notaris Pembuat Akta Koperasi
Koperasi Kopasjadi Purwokerto, Kantor Baru Siap Fasilitasi Modal Usaha Dan Layani Biaya Pendidikan Anak
Hibah Rumah Gratis Ke-477, Bukti Kopsyah BMI Koperasi Yang Menjaga Prinsip Gotong-Royong
Cerita Di Balik Penyerahan Rumah Gratis Kopsyah BMI Ke-477 Di Serang
Enam Pria Tersangka Merampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang , 4 Ditangkap dan 2 Buron
Bagi-bagi Dana Koperasi Desa Rp 1,6 Miliar, Wali Nagari dan Bamus di Dharmasraya Jadi Tersangka
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01