Pengguna di Bawah 18 Tahun Cuma Bisa Main Tiktok 1 Jam Sehari

Jumat, 3 Februari 2023 - 00:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengguna di Bawah 18 Tahun Cuma Bisa Main Tiktok 1 Jam Sehari

Beritakoperasijateng.com- Tiktok mengumumkan sejumlah fitur baru yang mengatur batas waktu penggunaan Tiktok (Screen time limit) untuk pengguna remaja di bawah 18 tahun. Dalam laman Tiktok Newsroom, Tiktok mengumumkan, dalam beberapa minggu kedapan, screen time limit harian untuk setiap akun pengguna di bawah 18 tahun akan secara otomatis di setel ke 60 menit.

Artinya, pengguna hanya disarankan untuk scrolling Tiktok selama 1 jam setiap harinya. Kebijakan screen time limit menjadi 1 jam sehari ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan digital (digital well-being) pengguna remaja. Maksudnya, agar pengguna lebih memperhatikan keseimbangan antara jumlah waktu yang di habiskan di layar ponsel (dalam kasus ini scrolling tiktok) dan di dalam kehidupan nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiktok mengatakan, batas waktu penggunaan Tiktok selama 60 menit perhari bagi pengguna di bawah 18 tahun itu di pilih berdasarkan dari hasil konsultasi dengan peneliti akademik dan juga pakar dari Digital Wellnes Lab di Rumah Sakit Boston.

Baca juga:  Teten Masduki : Tumbuhkan Wirausaha Harus “By-Design” Agar Masuk Rantai Pasok Industri

Bisa dinonaktifkan dan di tambah screen time.

Lantas, apakah pengguna remaja tidak bisa membuka Tiktok lagi bila sudah scrolling Tiktok selama 1 jam sehari? Jawabannya adalah Tidak. Meski Tiktok menyetel secara otomatis , pengguna remaja tetap bisa mematikan (opt-out) fitur time ini di menu “settings and privacy”.

Untuk pengguna remaja yang berusia di bawah 13 tahun, batas waktu layar harian juga akan disetel menjadi 60 menit. Pengguna remaja juga akan diminta untuk memasukan kode sandi agar terus scrolling Tiktok, bila batas scree time 1 jam sudah tercapai.

Langkah ini mengharuskan mereka membuat keputusan aktif untuk memperpanjang waktu pengguna tiktok. Penelitian menunjukan, lebih sadar tentang bagaimana menghabiskan waktu kita dapat membantu kita lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Jadi, Tiktok tetap mendorong remaja untuk menyetel batas waktu layar harian, jika mereka meilih keluar dari default 60 menit dan menghabiskna lebih dari 100 menit di Tiktok dalam sehari. Saat ini, fitur screen time di Tiktok sebenarnya hadir untuk seluruh pengguna, bukan untuk pengguna remaja saja. Fitur screen time Tiktok memberikan opsi batas waktu penggunaan 40 menit, 60 menit, 90 menit, dan 120 menit sehari. Jika batas waktu tercapai, pengguna akan mendapatkan notifikasi.

Baca juga:  Teguh Boediyana,  Stafsus Era Puspayoga : Tidak Benar UU No. 25 Tahun 1992 Tidak Mengatur Pengawasan Koperasi Oleh Kemenkopukm

Pengguna perlu memasukan kode sandi scrolling Tiktok, setelah batas waktu screen time yang ditetapkan tercapai. Fitur ini juga bisa diaktifkan dan dimatikan kapanpun pengguna mau. Tiktok juga mengumumkan tiga fitur baru pada Family Pairing, fitur memungkinkan orang tua untuk terhubung dengan akun Tiktok anak remajanya dan menerapkan sejumlah pengaturan.

Ketiga fitur baru Family Pairing adalah sebagai berikut,

Batas Waktu Layar Harian Khusus : wali atau pengasuh akan dapat mengunakan Family Pairing untuk menyesuaikan batas waktu layar harian untuk anak remaja mereka-termasuk memilih batas waktu dalam seminggu-memberi keluarga lebih banyak pilihan untuk mencocokan waktu layar dengan jadwal sekolah, liburan,atau perjalanan keluarga.

Dasbor penggunaan tiktok : membrikan ringkasan waktu di aplikasi, beberapa kali Tiktok dibuka,dan perincian total waktu yang dihabiskan siang dan malam oleh anak remajanya.

Nonaktifkan Notifikasi : memungkinkan orang tua menyetel jadwal untuk membisukan notifikasi untuk anak remaja mereka. Akun berusia 13-15 sudah tidak menerima notifikasi push mulai pukul 21:00 dan akun berusia 16-17 telah menonaktifkan notifikasi push mulai pukul 22:00

Baca juga:  Lewati Rekor, Pemudik RI Lebaran 2024 Tembus 242 Juta Orang

Fitur Family Pairung sebelumnya sudah memungkinkan wali untuk mengukur Mode terbatas, dan Pesan Langsung. Pada Pengaturan Pesan Langsung, orang tua bisa membatasi siapa saja yang dapat mengirim pesan ke akun anaknya, atau mematikan pesan Langsung seluruhnya.(Beritakoperasi/nina)
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaKoperasi.com.

Berita Terkait

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia
Seminar Nasional Revitalisasi Koperasi Indonesia : Ahmad Subagyo Menekankan Pentingnya Revitalisasi Koperasi di Era Digital Melalui Strategi dan Inovasi
Forkopi Gelar Konsolidasi Kawal Regulasi Bangkitkan Koperasi Yang Sesuai Amanat Konstitusi
10 Koperasi Modern Diinkubasi Menjadi Lembaga Inkubator Bisnis
Kunjungan Koperasi VICTO Philippina : Koperasi Poetera Desa Wisata Ajak Koperasi ASEAN Kembangkan Tourism COOP dan Kerjasama Usaha
Dampak Regulasi Terhadap Keberlangsungan Koperasi
Lewati Rekor, Pemudik RI Lebaran 2024 Tembus 242 Juta Orang
Panas Perang Iran-Israel, Pemerintah Ungkap Nasib WNI
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

Mengenal Fenomena Desert Bloom Yang Bikin Gurun Di Arab Saudi Jadi Padang Lavender

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:36

13 Kontroversi Arab Saudi : Proyek Bangunan Mirip Ka’bah Hingga Pantai Bikini

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mengenal Mocaf Pengganti Terigu Yang Kaya Manfaat

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Fakta Haru Dibalik Hari Kasih Sayang 14 Februari

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:35

Mau Bisa Nulis Buku Atau Opini Media Penerbit Sherpa Indonesia Buka Klub Menulis, Terbuka Untuk Seluruh Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Terapkan Kiat ini, Bikin UMKM Makin Sukses di Era Digital

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Selamat Jalan Prof Rubi, Guru Abadi Sang Pembimbing Yang Menginspirasi

Rabu, 12 Juni 2024 - 03:34

Tata Cara Salat dan Khutbah Idul Adha di Rumah

Berita Terbaru

Nasional

Koperasi Multi Pihak Game Changer Koperasi Indonesia

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:01